Suatu daerah (kota) dapat membentuk Badan Kepengurusan Daerah (BPD) dengan syarat:

  1. Terkumpul minimal sepuluh orang yang memahami visi, misi, dan menghidupi nilai-nilai ISRA, serta berkomitmen untuk bertemu secara rutin paling sedikit satu kali dalam satu bulan.
  2. Daerah/ kota memiliki potensi pemberdayaan dan sekaligus bisa menjalankan minimal 2 bidang/gerbang yang ada di ISRA. KAMI (gerbang/bidang spiritual) wajib berjalan.
  3. Siap mendukung dan menjalankan semua keputusan dan program ISRA Nasional.
  4. Bersedia memberikan laporan secara berkala tentang kegiatan BPD kepada BPH dan Dewan Pembina.
  5. Memiliki tempat/gedung/ rumah perseorangan yang bisa dijadikan sekretariat dan menjadi pusat kegiatan BPD.
  6. Mendapatkan rekomendasi lisan dari minimal 4 orang dari Dewan Pembina.

 

Mekanisme Pembentukan BPD ISRA

  1. Calon pengurus BPD mengajukan surat permohonan kepada BPH untuk membentuk dan melantik pengurus BPD ISRA.
  2. Dalam surat permohonan wajib melampirkan notulen/risalah rapat calon pengurus yang khusus membahas tentang pembentukan BPD ISRA.
  3. BPH akan melakukan telaah dan penilaian terkait dengan syarat yang ditetapkan. Kemudian BPH akan mengajukan kepengurusan BPD ke Dewan Pembina untuk kemudian diadakan pelantikan BPD dan peresmian ISRA di kota/ daerah.
  4. Waktu dan tempat pelantikan BPD ISRA ditetapkan oleh calon BPD ISRA berdasarkan kesekapakan dengan BPH dan Dewan Pembina ISRA.
  5. BPH ISRA bertanggung jawab atas susunan acara/rundown pelantikan BPD ISRA atas usulan dari calon BPD ISRA.
  6. Calon BPD ISRA bertanggung jawab sepenuhnya untuk semua aspek dari acara pelantikan BPD.

 

Pembekuan BPD ISRA

BPD ISRA akan dibekukan jka:

  1. Tidak ada pertemuan rutin selama 6 bulan berturut-turut.
  2. Tidak memberikan laporan kegiatan kepada BPH ISRA selama 6 bulan berturut-turut.
  3. Tidak mengirimkan perwakilan dalam acara Rapat Pemimpin ISRA Tahunan selama 2 kali berturut-turut.
  4. Tidak menjalankan program dan keputusan ISRA Nasional.
  5. Melakukan kegiatan-kegiatan yang bertentangan dengan visi, misi dan nilai-nilai ISRA.
  6. Semua pengurus terlibat perbuatan-perbuatan yang amoral dan melawan hukum.
  7. Secara sadar dan bersama-sama melakukan penyalahgunaan wewenang dengan mengatasnamakan ISRA untuk kepentingan pribadi atau kelompok.

 

Langkah Praktis Pembentukan ISRA Daerah

  1. Membentuk kepengurusan BPD dan menetapkan jadwal pertemuan rutin selama satu tahun.
  2. Membangun hubungan kekeluargaan yang disatukan oleh visi, misi, serta nilai-nilai ISRA.
  3. Membangun rasa kepemilikan terhadap ISRA.
  4. Membangun kerjasama dengan organisasi/ institusi yang memiliki kesamaan visi, misi, dan nilai-nilai ISRA.
  5. Memberikan kontribusi pelayanan sesuai dengan kebutuhan orgnaisasi mitra.
  6. Mengidentifikasi permasalahan dan kebutuhan di kota/ daerah.
  7. Menjalankan program ISRA dengan melibatkan pemerintah atau institusi lain untuk bersinergi demi kesejahteraan kota.
  8. Melakukan evaluasi secara berkala terhadap program yang telah dijalankan.
  9. Mendeklarasikan visi, misi, serta nilai-nilai ISRA dalam setiap pertemuan.
  10. Membangun keterbukaan untuk menjalin hubungan dan kerjasama dengan pergerakan lain yang sejalan.
  11. BPH akan memberikan perangkat organisasi, update pengajaran tekini dari Dewan Pembina, media komunikasi dan informasi, serta pendampingan untuk BPD.